Pentingnya Kejujuran dan Keterbukaan Terkait Masalah Keuangan Kepada Orang Lain

Pernahkah anda mempercayakan keuangan anda kepada orang lain? Atau mungkin kepada orang terdekat anda? Kakak,adik,sepupu atau yang masih ada hubungan keluarga, ataupun kepada asisten anda.

Ada alasan tertentu kenapa anda mempercayakan keuangan kepada orang lain; asisten anda, ataupun kerabat anda.

Oleh karena masalah UANG adalah perkara yang sensitif, yang sangat peka apabila terjadi permasalahan di dalamnya.

Bisa saja anda harus mempercayakan keuangan sebagai administrasi kepada orang yang sudah anda percaya sebelumnya,itu terjadi jika anda tidak punya banyak waktu untuk mengurusnya sendiri, atau karena jarak yang begitu jauh dari tempat anda bekerja dengan objek yang harus anda tangani.

Tentu tidak mungkin untuk setiap hari melakukan sendiri sementara anda juga mempunyai tanggung jawab yang lebih dengan pekerjaan anda.

Terlebih jika pekerjaan anda jauh jaraknya bahkan bermil, atau hanya beberapa bulan bahkan setahun sekali anda baru bisa kembali ke tempat dimana anda harus mengurus keuangan tersebut.

Salah satu alternatifnya adalah mempercayakan keuangan tersebut kepada orang ketiga/ orang lain yang sudah anda pilih.

Tentunya hal ini tidak mudah, kecuali memang orang yang anda percayai adalah orang yang benar benar amanah.
Pasti anda tenang dan tidak kecewa dengan kepercayaan yang anda berikan kepada asisten,atau kerabat anda misalnya.

Jika memang terpaksa mempercayakan keuangan kepada orang lain anda harus perhatikan hal hal sebagai berikut:

1. Pilih orang yang tepat.

Orang yang tepat disini berarti, orang yang setidaknya paham ilmu hitung, atau akuntansi.
Orang yang tepat juga berarti orang yang dapat diandalkan.

2. Pilih orang yang dapat dipercaya atau jujur.

Memilih orang yang jujur, yang bisa dipertanggung jawabkan atas yang dilakukannya.

Baca Juga  6 Manfaat Kesehatan Berbasis Ilmu Moringa Oleifera (Kelor) yang Didukung dengan Penelitian Ilmiah

3. Pilih orang yang amanah.

Orang yang amanah akan menerima mandat yang anda berikan dengan seksama dan akan mempertanggungjawabkan keluar masuknya uang yang anda berikan.

4. Pilih orang yang bertanggung jawab.

Bertanggung jawab atas keluar masuknya keuangan.
Secara rinci dan detail harus diketahui kemana uang keluar dan untuk keperluan apa uang tersebut dibutuhkan.

Itu beberapa saran saya yang harus anda perhatikan apabila memang harus mempercayakan keuangan kepada orang lain, atau asisten anda.

Adapun demikian, ada beberapa hal yang harus anda pahami sebagai pertimbangan untuk pertanggung jawaban dari orang yang anda percayakan tersebut.

Sebagai contoh misalnya :

1. Membuat buku laporan keuangan
2. Meminta laporan keuangan per dekade, misalnya satu bulan sekali.
3. Menyertakan kuitansi pembayaran atau slip pengeluaran.
4. Mengecek kembali uang masuk dan keluar disetiap asisten anda buat laporan.

Sekecil apapun nominal uang yang harus dipertanggung jawabkan harus jelas. Supaya tidak terjadi simpang siur dalam menghitungnya. Dan juga tindakan ini bisa mengantisipasi jika terjadi penyalah gunaan dalam mengelola uang.

Jangan sampai hasil dari jerih payah anda bekerja, hanya habis sia sia tanpa anda tau kegunaanya.
Seperti pepatah sedia payung sebelum hujan.

Jadi berhati-hati lah mempercayakan administrasi keuangan anda kepada orang lain.

Semoga tulisan ini bermanfaat, terima-kasih.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *