Cara yang Benar Berkonsultasi dengan Dokter (Konselor) untuk Ibu Hamil

Ibu hamil sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan bidan atau dokter ahli. Lebih baik lagi, itu dilakukan jauh hari sebelum kehamilan, atau konseling pra-hamil (prakonsepsi). Sehingga, Anda dan pasangan Anda bisa menyiapkan kehamilan dengan baik, seperti pemeriksaan fisik dan juga uji laboratorium tentang kesehatan Anda.Berkonsultasi dengan Dokter

Jika sudah benar-benar hamil maka Anda benar-benar telah siap, tidak hanya secara mental, tetapi kesehatan fisik juga menunjang kehamilan. Dengan begitu, cacat bawaan akibat paparan zat berbahaya akan dapat dihindari. Misalnya, tidak kekurangan asam folat, mengetahui gizi ibu hamil, dan mendapat dukungan penuh dari orang-orang di sekitar Anda (pasangan dan keluarga).

Terlebih bila sudah ada jawaban pasti dari dokter atau bidan kalau Anda hamil maka akan baik sekali bila Anda secara terjadwal memeriksakan kehamilan Anda, baik konsultasi secara pribadi, maupun berinteraksi secara grup dengan ibu hamil Iainnya. Banyak informasi yang bisa Anda dapatkan dari dokter/bidan. ltu demi kesehatan Anda dan juga bayi yang Anda kandung. Tidak perlu takut atau malu bertanya pada dokter/bidan. Bila Anda ada keluhan saat kehamilan, sebaiknya segera konsultasikan. Bertanya kepada ahlinya, dan dapatkan jawaban sesuai ilmu medis. Terutama bagi Anda yang memiliki riwayat kesehatan khusus, seperti ada gangguan pernafasan, darah tinggi, merokok, peminum alkohol, dan riwayat kesehatan Iain.

Penting untuk dipahami bahwa saat Anda hamil tidak hanya kondisi kesehatan Anda saja yang wajib diperiksa, tetapi pertumbuhan janin dalam kandungan pun perlu dipantau secara rutin. Dengan pemeriksaan secara rutin, maka dokter dapat dengan cepat melakukan tindakan apabila terjadi kelainan pada kehamilan Anda.

Berikut ini beberapa pemeriksaan umum yang seharusnya Anda lakukan saat hamil:

  1. Pemeriksaan Darah haruslah dilakukan untuk mengtahui kondisi kesehatan Anda secara umum. Sebab, dalam prosedur ini akan dilakukan pemeriksaan AFP (a/pha fetoprotein) pada kehamilan di usia antara 15-20 minggu. Hasil pemeriksaan AFB berguna dalam memastikan ada tidaknya gangguan saluran saraf tulang belakang janin. Selain itu, periksa HB Anda untuk memastikan kadar berada di atas 10. Apabila kadar HB Anda berada di bawah 10, maka perkembangan janin akan terganggu dan dapat juga menyebabkan risiko perdarahan ketika persalinan nanti.
  2. Pemeriksaan Urine dan Gula Darah. Tujuannya tentü untuk mengatahui kondisi kesehatan ginjal serta mengontrol kadar gula darah Anda. Karena, dikhawatirkan Anda bisa mengalami preeklampsial yang berbahaya jika ada kandungan protein dalam pemeriksaan ini. Selain itu, seperti yang sudah dipahami masyarakat umum, bahwa pengecekan kadar gula darah juga dapat mencegah diabetes.
  3. Pemeriksaan Berat Badan. Tujuannya untuk mengetahui kenormalan atau tidaknya pertambahan berat badan Anda. Sangat perlu dilakukan pemantauan berat badan secara rutin. Apabila berat badan Anda naik, maka hal itü disebabkan adanya perkembagan janin. Secara normal, berat badan Anda akan bertambah sesuai bertambahnya usia kehamilan.
  4. Pemeriksaan Perut. Pemeriksaan perut sangat penting untuk mengatahui posisi rahim, posisi janin, dan secara bertahap mengukur pertumbuhan janin Anda. Lakukan pemeriksaan perut secara rutin di dokter kandungan atau bidan. Sehingga secara normal, ukuran perut Anda akan membesar sesuai usia kehamilan Anda.
  5. Pemeriksaan Tinggi Badan. Penting sekali untuk mengukur tinggi badan Anda saat hamil. Terlebih ukuran panggul Anda. Karena pengukuran tinggi badan dan panggul Anda dapat membantu dokter/bidan untuk memperkirakan persalinan yang aman untuk Anda: apakah persalinan normal atau sesar. Apabila tinggi badan Anda terukur pendek dengan ukuran panggul yang sempit, maka dimungkinkan Anda akan sulit melakukan persalinan secara normal.
  6. Pemeriksaan Tubuh Bagian Dalam. Secara medis pemeriksaan tubuh bagian dalam ini dilakukan agar bisa diketahui ada tidaknyâ penyakit tumor, gangguan dalam rongga panggul, papsmear, mendeteksi ada tidaknya erosi atau bisul pada mulut rahim, mendiagnosis ada tidaknya penyakit kehamilan, ukuran rongga panggul untuk jalan lahir bayi, dan mengetahui letak janin. Sebaiknya, Anda melakukan pemeriksaan ini pada waktu awal kehamilan.
  7. Pemeriksaan Kaki. Mungkin Anda heran dan bertanya-tanya, “Kenapa harus periksa kaki saat hamil? Dan apa hubungannya dengan kehamilan?” Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui kemungkinan terjadinya varises dan pembengkakan kaki. Bisa saja kaki Anda membengkak saat minggu-minggu akhir kehamilan, maka Anda perlu memeriksakannya. Sebab, bisa jadi pembengkakan yang berlebihan bisa menjadi tanda preek/ampsia. Maka saat hamil, sebaiknya Anda bergerak/beraktivitas dengan sewajarnya dan diusahakan bisa berjalan kaki terutama di pagi hari.
  8. Pemeriksaan Detak Jantung. ini adalah salah satu pemeriksaan yang penting dan wajib dilakukan. Sebab, Anda harus mengetahui kondisi kesehatan janin dalam kandungan. Saat melakukan pemeriksaan detak jantung, biasanya dokter/bidan pun menggunakan Teknik Doopler supaya Anda bisa turut mendengarkan detak jantung si kecil. Secara normal, detak jantungnya terdengar stabil, tidak terlalu cepat, juga tidak terlalu lambat (lemah).
  9. Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks). Sebagian dari Anda bisa jadi sudah mengetahui informasi tentang TORCH ini. Sebab, TORCH sering dibicarakan oleh ibu-ibu hamil. Pemeriksaan TORCH ini penting untuk Anda lakukan agar dapat mengetahui ada tidaknya infeksi parasit TORCH dalam tubuh Anda. Itu karena bayi bisa mengalami cacat secara fisik, bahkan dapat menyebabkan kematian. Perlu dianalisis oleh dokter tentang kadar imunoglobin M (IgM) dan juga imunoglobin G (lgG) dalam serum darah Anda yang fungsinya sebagai sistem kekebalan tubuh. Apabila hasil IgG negatif, maka infeksi pernah terjadi pada masa lalü dan kini sudah tidak aktif lagi. Namun jika hasil lgM justru positif, berarti infeksi masih berlangsung aktif, maka Anda harus berobat supaya janin dalam kandungan dapat segera ditangani secara medis.

Setelah Anda benar-benar sehat, jagalah diri Anda dan janin Anda dengan baik. Tubuh Anda berhak mendapatkan perawatan dengan layak. Perawatan luar dengan cara mandi dua kali sehari dan rajin menggosok gigi. Anda harus mengurangi kerja fisik yang terlalu berat. Usahakan untuk bisa istirahat dengan teratur, dan tidur dengan nyenyak. Jika kandungan Anda sudah membesar, baiknya tidur minimal satu jam di siang hari dengan posisi miring. Apabila banyak nyamuk, jangan sekali-kali Anda menggunakan obat nyamuk bakar. Sebab, asap dari obat nyamuk bakar maupun obat nyamuk semprot dapat mengganggu pernafasan Anda. Pakai kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk.

Anda tetap boleh berhubungan seksual dengan pasangan Anda. Jika ada mitos yang mengatakan kalau hubungan seksual dapat membuat anak yang Anda kandung menjadi bodoh atau fungsi otaknya akan terganggu, itu sama sekali tidak benar. Lakukanlah seksual dengan hati-hati dan senyaman mungkin. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik memang sedang lelah atau jangan berhubungan seksual jika terjadi pendarahan. Berhenti melakukan hubungan intim jika Anda merasakan sakit atau nyeri. Sebab, nyeri yang timbul secara berkelanjutan dapat memicu kontraksi rahim dan meningkatkan denyut jantung Anda. Dan komunikasikanlah dengan pasangan Anda, bahwa hubungan seksual yang baik selama masa kehamilan haruslah dilakukan dengan rasa nyaman dan aman.

Untuk makanan, sebenarnya tidak ada pantangan makanan bagi wanita hamil. Makanlah dengan pola gizi seimbang, jangan terlalu kenyang atau terlalu lapar. Anda usahakan untuk bisa makan sedikit-sedikit tetapi rutin, itu jauh lebih baik dari makan sekali tetapi banyak. Karena bila terlalu kenyang akan membuat perut Anda sakit. Juga jangan terlalu lapar karena bisa membuat Anda pusing kepala. Maka bijaklah dalam pola makan, sayangilah diri Anda sendiri. Apabila mualmual, muntah, dan tidak nafsu makan, Anda pun bisa memilih makanan yang tidak berlemak dan menyegarkan, seperti buahbuahan, biskuit yang renyah dimakan dan menyehatkan, serta makanan lain yang tidak mengganggu kesehatan Anda.

Pesan Penting!

Jangan minum jamu, terlebih jamu-jamu yang dijual bebas tanpa penjelasan komposisi yang jelas. Selain itu, bagi Anda yang sebelum hamil Suka merokok, Anda wajib berhenti merokok. Komunikasikan dengan pasangan Anda untuk tidak merokok di dekatAnda Karena jelas asap rokok sangat mungkin mengganggu kesehatan Anda dan janin. Jangan minum obat sembarangan, konsultasikan dengan dokter/bidan, Minumlah vitamin yang disarankan dokter/bidan. Sayangi diri Anda, sayangi janin yang ada di kandungan Anda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *