Anak’ku yang sedang sakit

anaku sakit

Kejadian ini terjadi beberapa minggu yang lalu. Di mana anak perempuanku mengalami panas tinggi. Hari sabtu aku bawa ke puskesmas dan kata dokter harus cek darah. Karena panasnya sudah 3hari. Alhamdulillah hasilnya normal, dalam arti trobosit dan hb’nya bagus diatas normal. Hanya lekositnya yang tidak wajar.

Setelah di kasih obat dan dari hari ke hari obatnya di minum, anakku sudah reda panasnya. Tapi menginjak hari 4 panasnya mulai tinggi lagi. Tepatnya hari rabu dini hari. Aku dan suami harus lek~lekan mantau panasnya. Dan alhamdulillah pagi sudah turun panasnya dan paginya sudah bisa sekolah.

Akan tetapi, sepulang dari sekolah anak perempuanku mengeluh pusing dan aku pegang keningnya panas lagi. Ku beri obat dari puskesmas, tetapi juga belum turun panasnya.

Sore hari aku bawa anakku ke rumah sakit swasta di Jogja. Setelah aku mendaftar dan harus menunggu antri periksa, ku lihat betapa anaknya lemah tak berdaya dengan kondisi tubuh yang sangat panas.

Setelah giliran anakku yang di periksa, lagi~lagi kata dokter harus cek darah. Kamipun pergi keruang laborat untuk cek darah. Dan setelah beberapa menit hasil lab’nya keluar. Dan aku kasihkan ke dokter di mana anakku tadi di periksa.

Hasil dari lab itu menunjukkan bahwa trombosit anakku turun, dan kata dokter mengalami gejala DB. Dan esok hari harus kembali lagi untuk kontrol.

Akan tetapi, pagi harinya aku bawa anakku ke puskesmas dekat rumah. Dan sampai di puskesmas dengan menunggu antrian sekian jam anakku di periksa dan tanya jawab dengan dokter. Dan lagi~lagi harus cek darah kata dokter.

Setelah di cek dan di di ketahui hasil dari cek itu anakku mengalami gejala tipes. Kata dokter harus di rujuk ke rumah sakit. Yaa…saya memilih rumah sakit terdekat. Saya memilih rumah sakit Pratama yang dekat dengan rumah.

Baca Juga  Manfaat Menakjubkan Jahe dan Efek Samping yang Mungkin

Setelah di kasih surat pengantar dari puskesmas sayapun langsung menuju ke rumah sakit itu. Dan setelah mendaftar dengan nomer antrian, kini giliran anak kami di panggil untuk diperiksa.

Kata dokter pada anak kami, “bobok sini ya( rumah sakit )? Tapi anakku tidak mau jika harus opnam. Saya minta obat jalan tidak di perbolehkan, mengingat kondisi anak saya yang lemas dan kata dokter kurang minum.

Dan akhirnya harus opnam dengan di bujuk dokter dan para perawat di rumah sakit itu. Sungguh, mereka sangat sabar menghadapi anak kami yang menolak ingin di rawat. Anak kami menangis, berontak tetap tidak ingin di rawat di rumah sakit. Tetapi dengan kesabaran dan ketelatenan perawat perawat itu, anakku akhirnya bisa di bujuk dan mau dirawat di rumah sakit itu.

Recent search terms:

  • anak ku lagi sakit
  • cerita anak ku sakit
  • katakata untuk anak yang sedang sakit

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *